Kontrak yang bisa dibatalkan berarti salah satu pihak dapat mengajukan pembatalan kontrak karena tidak terpenuhinya syarat subyektif. Misalkan, jika Anda menyewa jasa seorang fotografer ternama untuk keperluan branding bisnis Anda, tetapi fotografer tersebut setelah Anda ketahui hanya seorang fotografer amatir yang kebetulan saja memiliki nama yang persis. Anda baru menyadari hal tersebut saat menemui orang tersebut, oleh karena itu Anda berhak untuk mengajukan pembatalan kontrak akibat sebab tersebut.

Pembatalan kontrak dilakukan dengan mengajukan gugatan hukum ke pengadilan. Anda harus meyakinkan hakim dengan bukti-bukti yang Anda miliki bahwa ketika menandatangani kontrak Anda berada dalam keadaan khilaf dan tidak mengetahui secara penuh.

Kontrak yang tidak sah berarti kontrak tersebut tidak memenuhi syarat-syarat sahnya kontrak sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1320 KUH Perdata, yaitu:

  • Syarat subyektif,
  • Kata sepakat,
  • Kecakapan para pihak,
  • Syarat obyektif,
  • Suatu hal tertentu, dan
  • Sebab yang halal.

Sebagai konsekuensi kontrak tersebut dapat dibatalkan atau batal demi hukum, tergantung syarat mana yang tidak terpenuhi. Kontrak yang dapat dibatalkan adalah kontrak yang tidak memenuhi salah satu syarat subyektif, sedang tidak terpenuhinya salah satu syarat obyektif menyebabkan kontrak itu batal demi hukum.

Apabila tidak sahnya kontrak disebabkan karena tidak terpenuhinya syarat obyektif, yaitu akibat suatu hal tertentu atau sebab yang halal, maka kontrak tersebut batal demi hukum (nul and void). Dalam keadaan kontrak yang batal demi hukum, para pihak dianggap tidak pernah membuat kontrak. Berbda dengan pembatalan kontrak, untuk membuat suatu kontrak yang batal demi hukum tidak diperlukan ajuan gugatan hukum ke pengadilan untuk menyelesaikan persoalannya.

Penyebab Kontrak Menjadi Tidak Sah

SHARE
Previous articleDAFTAR ISTILAH HAN
Next articlePENGHAPUSAN PIDANA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here