ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG LAYAK/ AAUPL/ AAUPB (Algemene Beginselen Van Behoorlijk BestUUr)

0
454
Law books in a row

ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG LAYAK/ AAUPL/ AAUPB

(Algemene Beginselen Van Behoorlijk BestUUr)

4.1  Pengertian AAUPL

Pemahaman tentang AAUPL tidak dapat dilepaskan dari konteks kesejarahan, disamping dari segi kebahasan, karena asas ini muncul dari proses sejarah.

Dengan bersandar dengan kedua konteks ini AAUPL dapat difahami sebagai asas-asas umum yang dijadikan sebagai dasar dan Tata cara dalam penyelenggaraan pemerintan yang layak. Dengan cara demikian penyelenggaraan Pemerintahan itu menjadi baik dan sopan, adil dan terhormati, bebas dan kezhaliman, pelanggaran peraturan, tindakan penyalahgunaan wewenang dan tidakan sewenang-wenang.

Berdasarkan Penelitiannya, Jazim Hamidi menemukan pengertian AAUPL sebagai berikut :

  1. AAUPL merupakan nilai-nilai etik yang hidup dan berkembang dalam lingkungan Hukum Administrasi Negara.
  2. AAUPL berfungsi sebagai pegangan bagi pejabat Administrasi Negara dalam menjalankan fungsinya, merupakan alat uji bagi Hakim Administrasi menilai tindakan Administrasi Negara, dan sebagai dasar pengajuan gugatan bagi pihak penggugat.
  3. Sebagian besar AAUPL masih merupakan asas-asas yang tidak tertulis, masih abstrak, dan tidak digali dalam praktek kehidupan di masyarakat.
  4. Sebagian asas yang lain sudah menjadi kaidah Hukum tertulis dan terpencar dalam berbagai peraturan Hukum positif. Meskipun sebagian asas itu berubah menjadi kaidah Hukum tertulis, namun sifatnya tetap sebagai asas Hukum.

4.2.  Hakekat AAUPB

– AAUPB Merupakan norma Pemerintah

– AAUPB Merupakan Hukum Tidak tertulis

– AAUPB berbeda dengan asas-asas umum

– AAUPB lahir dari praktek

4.3. Pengembangan AAUPB

Kekuasaan bebas (discrectionary bevoegheid) yang semula se akan-akan tidak terjamah oleh rechtmatigheidstoetsing sudah lama ditingalkan. Criteria Hukum yang digunakan untuk menilai segi kekuasaan bebas itu di Belanda.

Unsur-unsur semula di usulkan oleh G.J. Wiarda lima asas sbb :

  1. Asas
  2. Asas Kecermatan
  3. Asas sasaran yang tepat
  4. Asas keseimbangan
  5. Asas kepastian Hukum.

Dalam Yurisprudensi AROB (Peradilan Administrasi Belanda) asas-asas meliputi :

  1. Asas Pertimbangan
  2. Asas kecermatan
  3. Asas kepastian Hukum
  4. Asas kepercayaan atau asas menanggapi harapan yang telah ditimbulkan.
  5. Asas persamaan
  6. Asas keseimbangan
  7. Asas kewenangan
  8. Asas fai play
  9. Larangan
  10. Larangan bertindak sewenang-wenang

Sistematisasi AAUPB dikutip oleh Indroharto dalam bukunya berjudul Usaha Memahami UU tentang PTUN hal . 307-312 asas tersebut dikelompokkan menjadi :

  1. Asas formal mengenai pembentukan keputusan yang meliputi kecermatan formal, asas fairplay
  2. Asas-asas formal mengenai dormulasi keputusan yang meliputi :

–          Asas pertimbangan

–          Asas kepastian Hukum formal

  1. Asas material mengenai keputusan yang meliputi :

– Asas kepastian Hukum material

– Asas kepercayaan atau harapan-harapan yang telah ditimbulkan

– Asas persamaan

– Asas kecermatan material

– Asas keseimbangan

Sebagai perbandingan diketengahkan juga asas serupa di Perancis “Asas-asas Umum Hukum Publik” :

  1. Asas persamaan
  2. Asas larangan mencabut keputusan bermanfaat
  3. Asas larangan berlaku surat
  4. Asas jaminan kebebasaan masyarakat
  5. Asas Keseimbangan

4.4. Fungsi dan Macam-macam AAUPL

AAUPL adalah merupakan Hukum tidak tertulis.

  1. Fungsi dan Macam-macam AAUPL

o   Bagi Administrasi Negara : bermanfaat sebagai pedoman dalam melakukan penafsiran dan penerapan terhadap ketentuan-ketentuan, Perundang-undangan yang bersifat sumir, samara, atau tidak jelas

o   Bagi warga masyarakat sebagai pencari keadilan, AAUPL sebagai dasar gugatan.

o   Bagi Hakim TUN : sebagai alat untuk menguji dan membatalkan keputusan pejabat TUN.

o   Bagi Badan Legislatif : berguna dalam merancang Undang-undang.

  1. Macam-macam AAUPL

Prof. Koentjoro Purbopranoto Mengatakan macam-macam AAUPL sebagai berikut :

1)   Asas kepastian Hukum

2)   Asas keseimbangan

3)   Asas kesamaan dalam mengambil keputusan

4)   Asas bertindak cermat

5)   Asas motivasi untuk setiap keputusan

6)   Asas tidak mencampuradukan kewenangan

7)   Asas permainan yang layak

8)   Asas keadilan dan kewajaran

9)   Asas kepercayaan dan menanggapi pengharapan yang wajar

10)  Asas meniadakan akibat suatu keputusan yang batal.

11)  Asas perlindungan atas pandangan atau cara hidup pribadi

12)  Asas Kebijaksanaan

13)  Asas penyelenggaraan kepentingan umum.

Asas-asas Umum Pemerintahan yang Layak menurut Prof. Kuntjoro Purbopranoto, SH :

  1. Asas Kepastian Hukuk

–     bahwa asas ini menghendaki adanya dihormatinya hak yang telah diperoleh seseorang berdasarkan suatu keputusan Pangreh sekalipun itu salah.

–     Bahwa suatu keputusan Pemerintah harus memenuhi syarat materiil dan formil. Syarat materiil menuntut kewenangan dalam bertindak, sedangkan syarat formil yaitu mengenai bentuk daripada keputusan itu sendiri.

  1. Asas Keseimbangan

Asas ini menghendaki adanya keseimbangan antara Hukuman jabatan dan kelalaian atau kealpaan seseorang pegawai.

  1. Asas kesamaan dalam Mengabil Keputusan Pangreh.

      Asas ini menghendaki agar badan Pemerintah harus mengabil tindakan yang sama/ tidak bertentangan atas kasus-kasus yang faktanya sama.

  1. Asas bertindak cermat

      Asas ini ditegaskan dalam yurisprudensi Hogeraad Nederland  antara lain tanggal 9 Januari 1942 : bahwa kewajiban seorang wali Kota untuk memperingatkan para pemakai jalan umum, bahwa ada bagian jalan yang rusak, atau ada perbaikan jalan.

  1. Asas motivasi untuk setiap keputusan.

      Asas ini menghendaki bahwa keputusan badan Pemerintahan harus didasari alas an atau motivasi yang cukup, motivasi itu sendiri haruslah adil dan jelas.

  1. Asas jangan mencampuradukan wewenang.

      Badan Pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan menurut Hukum, tidak boleh menggunakan kewenangan itu untuk lain tujuan, selain tujuan yang telah ditetapkan untuk kewenangan itu.

  1. Asas Permainan yang layak

      bahwa badan Pemerintah harus memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga Negara untuk mencari kebenaran dan keadilan, asa ini sangat menghargai instansi banding dan badan peradilan.

  1. Asas keadilan dan kewenangan

      bahwa suatu tindakan adalah terlarang apabila  badan Pemerintahan bertindang yang bertentangan dengan asa ini, maka tindakan itu dapat dibatalkan

  1. Asas menanggapi pengharapan yang wajar.

      Contoh, seorang pegawai meminta izin untuk menggunakan kendaraan pribadi di waktu dinas, untuk itu diberikan izin, kemudian ternyata bahwa pegawai tidak mendapatkan kompensasi biaya.

  1. Asas meniadakan akibat suatu keputusan yang batal.

      Kadang-kadang keputusan tentang pemecatan seorang pegawai dibatalkan oleh yang berwenang. Dalam hal demikian Pemerintahan yang demikian tidak hanya menerima kembali pegawai yang dipecat, tetapi juga harus membayar segala kerugian yang disebabkan oleh keputusan tentang pemecatan itu yang tidak dibenarkan.

  1. Asas Perlindungan atas Pandangan Hidup atau Cara Hidup.

      Asas ini menghendaki agar pegawai negeri diberi kebebasan atau hak untuk mengatur kehidupan pribadinya sesuai dengan pandangan/ cara hidup yang di anut

  1. Asas Kebijaksanaan

asa ini menghendaki agar dalam melaksanakan tugasnya, Pemerintah diberi kebebasan untuk melakukan kebijaksanaan tanpa harus selalu menunggu instruksi. Pemberian kebebasan iniberkaitan dengan perlunya tindakan positif dari Pemerintah yang menyelenggarakan kepentingan umum.

  1. Asas Penyelenggaraan kepentingan Umum

      asas ini menghendaki agar dalam menyelenggarakan tugasnya Pemerintah selalu mengutamakan kepentingan umum.

Penyelenggaraan Pemerintah berpedoman pada asas umum penyelenggaraan Negara yang terdiri atas :

  1. Asas Kepastian Hukum
  2. Asas tetib peyelenggaraan Negara
  3. Asas kepentingan umum
  4. Asas keterbukaan
  5. Asas proporsionalitas
  6. Asas akuntabilitas
  7. Asas efesiensi
  8. Asas efektifitas

(Pasal 20 Ayat 1 UU No. 32/2004)

Dalam menyelenggarakan Pemerintahan, Pemerintah menggunakan asas Desentralisasi, tugas pembantuan dan dekonsentrasi sesuai dengan peraturan Perundang-undangan (Pasal, 20 ayat 2 UU No. 32 tahun 2004)

Dalam menyelenggarakan Pemerintah Daerah, Pemerintah Daerah menggunakan asas Otonomi dan tugas pembantuan (Pasal 20 ayat 3 UU No. 32/2004)

Asas umum penyelenggaraan Negara menurut Undang-undang No. 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang baik dan bersih dan bebas dari KKN sesuai Pasal 3 sebagai berikut :

  1. Asas Kepastian Hukum

Asas dalam Negara Hukum yang mengutamakan landasan peraturan Perundang-undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijaksanaan penyelenggaraan Negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here